Senin, 31 Agustus 2009

Kekasihku menemui Allah SWT


Ya Robb..........
Hati tua renta, kelabu dan bodoh ini........ bergetar, lemah
ditengah tidur yang pulas dan bodoh........ terdengar dering dari kejauhan
membawa berita meluluh lantahkan........ tulang, urat saraf otak
Ya Robb.........
ketika kekasihku pamit Ahad 5 Juli 2009........
Kekasihku menyampaikan pada sebagian murid yang mencintai
aku berpamit kepada kalian
aku akan kembali kepada Allah SWT
aku tiap tengah malam kedatangan tamu Agung
Malaikat muqorrobin
Kanjeng Nabi Ibrohim as
Kanjeng Nabi Isa as
Kanjeng Nabi Muhammad SAW
Kanjeng Nabi Khidir as, para guru thoriqoh
Kanjeng Syeih Abdul Qodir Jilany
menjemputku menghadap Allah SWT
ketika itu murid menangis tersentak
Ya Robb
kekasihku menyampaikan dengan tulus, ikhlas,
tak akan pergi
karena sangat mencintai murid
dan jika kekasihku pergi, kelak pasti
tiada mau diratapi
murid dan santri
harus semakin kedepan bisa mandiri
dan sebisa mungkin menghindari perbuatan yang kiranya guru tidak ridho
kekasihku menyampaikan
mohonlah kepada Allah SWT
agar kita semua sehat
dan aku juga memohon
agar semua jama'ah sehat, diberikan rejeki
sontak
semua murid menghapus airmata sesakkan dada
Optimis
kekasihku akan sehat
namun.............
Ya Robb...........
tengah malam selasa 18 Agustus
kekasihku pulang ke RahmatullaH
Innaa lil-laaHhi wa innaa ilaiHhi rooji-'uun
Ya Jaami'annas............
Ijma' bainana wa bainahum.


Minggu, 23 November 2008

TARAK

TARAK

Ya Robbi,
hamba yang tua renta dan bodoh ini
tidak pernah malu meminta minta kepadaMU
dan.....
selalu berpesan kepada ustadzah yang mendalami AlQur'an Bil Ghaib
[membaca Al Qur'an dengan pejamkan mata]
jika kelak mereka telah lulus dan mempunyai pondok pensantren
jangan saja yang dipikirkan anak kecil, remaja,
akan tetapi.......
Pondok pesantren khusus orang tua yang sudah kelabu dan tua renta
yang membutuhkan tampungan untuk masa depan
artinya
sa'at ajal tiba
HUSNUL KHOTIMAH

Ya Robbi
hari ini
Senin, 24 Nopember 2008
hamba meminta do'a kepada Nyai [PP NU] yang akan tindak haji
Selasa 25 Nopember 2008
Ya Robbi
desahan nafas orang tua yang bodoh ini
terdengar sampai SANUBARI Nyai yang membimbing Al Qur'an Bil Ghoib
Ya Robb
kabulkanlah do'a beliau
membuat pondok pesantren
khusus membimbing orang tua yang sudah tua renta dan kelabu
Ya Robbi
Kabulkanlah do'a beliau Ya Robbi
amin
[Al-Fatihah]





Sabtu, 08 November 2008

Nabi (Agung Sayyidina) Muhammad SAW

Nabi Muhammad

Wahai Muhammad...
Engkau hamba Allah yang paling mulia
Sang kekasih Allah dan utusan Allah
Serta Nabi akhir zaman

Engkau berjuang mati-matian
untuk menyiarkan agama Islam
Tak pernah menyerah
Walaupun banyak cobaan dan tantangan

Engkau berjuang di medan perang
Melawan kaum kafir
Sampai akhir hayatmu
Innalillahi wa inna ilaihi roji'un

Muhammad...
Ingin ku teladani sifat-sifatmu
Yang berjiwa besar
Berhati mulia
Serta berbudi pekerti luhur

Sang pembawa rahmat serta syafa'at
meskipun kini kau telah tiada
Berpulang ke pangkuan-Nya
Namamu, Muhammad
Abadi dalam dunia
Maupun Akhirat
terima kasih Nabi Muhammad
Atas jasa-jasamu

By : Maulida Fulky Fauziati
Kelas V MI Al-Azhar Komplek Masjid
Baitul Khoir Bandung
Tulungagung 66274
Jawa Timur

Dikutip dari : Majalah Wanita Ummi
No.06/XX Oktober 2008/1429 H

Catatan : Maulida Fulky Fauziati adalah sahabat [Redaksi airmatamursid] saat RFM 1428 H
(Romadhon Fil Ma'had) di PPNU Kotagede Yogyakarta

Kamis, 29 Mei 2008

Perajin Batik Tulis

Islam Is My Religion and I'm by Muslim Women


Batik Tulis



Perajin Batik Tulis

Oleh

Dra. Hj. Dwihening Jayanti

Guru Seni Batik



Batik telah mengalami perjalanan yang cukup panjang, mengalami pasang surut sesuai dengan zamannya.
Sa’at ini “Perajin batik halus” mulai berkurang karena telah surut, karena zaman sekarang adalah zaman modern dan semua nyaris disegala bidang menggunakan computer.

Perajin batik halus mengenaskan, kenapa ? masalah penghasilan ?! dalam satu hari dengan anak satupun tidak dapat mencukupi kehidupan keluarganya, pembaca ingin tahu berapa gaji mereka ? 20 ribu rupiah dan harus dapat menyelesaikan satu lembar kain batik dengan tekun, teliti, sabar, pikiran dan rasa harus focus satu “konsentrasi” jika tidak ? tentu tidak dapat menghasilkan sesuatu yang halus dan indah

Ketidak seimbangan antara pemilik perusahan yang nota bene adalah orang kaya raya dan dapat menunaikan ibadah haji berulangkali sedang nasib perajin batik makan sayur tempe dan sambal, betapa nikmat makan mereka dengan hasil jerih payah, betapa halal ! Subhanallah

Sungguh perbedaan antara pengusaha batik dan perajin batik jarak mereka antara bumi dan langit

Kini batik tulis halus tinggal kenangan masa lalu, tinggalan budaya bangsa
Jika pengusaha batik tetap memberi gaji sedikit, sesuatu yang wajar karena perhitungan dagang harus ada “untung rugi”, akan tetapi penulis mencoba mengingatkan apa yang tersurat didalam Al Qur’an, sehingga perajin batik akan bermunculan, sudah tidak selayaknya ada istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” semua harus ada keseimbangan agar tidak ada istilah jarak antara langit dan bumi, karena semua adalah hamba Allah yang perlu disikapi dengan kelenturan hati,
Insya Allah, pengusaha batik adalah pelestari budaya bangsa, jika dalam relung hati terselip Ayat Ayat Suci, amin.



Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah- megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.
QS. Al Hadiid [57] : 2



Allah meluaskan rezki dan menyempitkannya bagi siapa yang dia kehendaki. mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit).
QS. Ar Ra’d [13]: 26

Rabu, 28 Mei 2008

Purna tugas

"Love" By Muslim Women

Ya Robb By Muslim Women




Menyikapi Purna Tugas

Oleh
Ustadz Sukono

diselegarakan
Rabu, 28 Mei 2008
pukul 13.30
di Perpustakaan SMSR Yogyakarta



Assalamu’alaikum Warahmatullahi wa Barakatuh
Bismillahirohmanirrohin
Demikian Sustadz Sukono sebelum memulai berbicara dalam forum kecil yang diselenggarakan dalam rangka “Pamitan” bukan haji akan tetapi pamitan “purna tugas” sebagai PNS.
Ustadz Sukono mengutarakan dengan bahasa yang sangat sederhana, bahwa beliau
hanya menyampaikan makna yang tersurat dalam Al Qur’an bawa setiap muslim mempunyai hak untuk saling nasehat menasehati


Demi masa.
Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
QS. Al Ashr 103 [1-3]



Ustadz Sukono menyampaikan apa yang kita punya walau setitik alangkah indahnya bahwa yang setitik itu dapat disampaikan kepada hamba yang lain demikian seterusnya hingga titik itu dapat menembus dan melebar hingga kita dapat mencintai Allh SWT sebagaimana hamba yang sholeh.

Karena beliau sangat berhati hati dalam berbicara, apalagi sesuatu yang menyangkut hubungan hamba dengnanAllah SWT sebagai penguasa yang mengetahui isi hati manusia,

maka beliau menguraikan dengan bahasa dan simbul yang sangat sederhana “jika” kita hanya mempunyai satu buku sudah kita baca maka buku itu kita pinjamkan kepada orang lain dan seterusnya.


Telah bertasbih kepada Allah apa saja yang ada di langit dan apa saja yang ada di bumi; dan Dia-lah yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.
QS. As Shaff [61] : 1-4


Pokok bahasan yang sangat “INTI” belaiu mengutarakan bahwa tidak layak seorang hamba menangis karena kehilangan pekerjaannya “purna tugas” beliau menekankan bahwa kita tetap wajib berbakti kepada Allah SWT dimana kita berada


Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu Mengetahui.
QS. At Taubah [9] : 41


Barangsiapa membawa amal yang baik, Maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya; dan barangsiapa yang membawa perbuatan jahat Maka dia tidak diberi pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dirugikan).
Katakanlah: "Sesungguhnya aku Telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, (yaitu) agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus, dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik".
Katakanlah: Sesungguhnya sholatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
QS. Al An ‘am [6] : 160-162

Minggu, 25 Mei 2008

Qataman Al Qur'an Bil Ghoib

Sekretaris pelaksana dan Ustadzah Hafidzah


Ketua Pelaksana, mbah_ibu dan Ustadzah Hafidzah


mbah_ibu, bendahara dan Ustadzah Fafidzah


Menu dahar Ustadzah Hafidzah



MUQODAMAN
Qataman Al Qur’an

dalam rangka
Mohon kepada Allah SWT agar

Mursid Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqshabandiyyah
Hadrotusy Syeikh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra
diberi kesehatan dan panjang usia

di
PP”NU” Koatagede Jogjakarta

SABTU, 19 April 2008
Ba’da Isya’
Peserta/pembaca Al Qur'an
Pengurus PP “NU” , Ustadzah, Ustadzah Hafidzah,
Pengawas dan mBak nDalem
Tempat Masjid

Pembawa Acara Ustadzah Zuriyatul Farikah Spd
Do’a Qatam Ustadzah Hafidzah Murniyati



QATAMAN AL QUR’AN BIL GHOIB [petukan]

dalam rangka
Mohon kepada Allah SWT agar

Mursid Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqshabandiyyah
Hadrotusy Syeikh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra
diberi kesehatan dan panjang usia

di
PP”NU” Koatagede Jogjakarta

SENIN, 19 Mei 2008
Ba’da Isya’
Pembaca Al Qur’an Bil Ghoib oleh hafidzah
Peserta/penyimak Pengurus PP “NU” , Ustadzah,
Pengawas dan mBak nDalem
Tempat Aula Masjid Lantai 2

Pembawa Acara Ustadzah Zuriyatul Farikah Spd
Do’a Qatam oleh Ustadzah Hafidzah Murniyati




QATAMAN AL QUR’AN BIL GHOIB

dalam rangka
Mohon kepada Allah SWT agar

Mursid Thoriqoh Qodiriyyah Wan Naqshabandiyyah
Hadrotusy Syeikh Ahmad Asrory Al Ishaqi ra
diberi kesehatan dan panjang usia

di
PP”NU” Koatagede Jogjakarta

Insya Allah
akan diselenggarakan
Kamis dan Jum’at, 5 dan 6 Juni 2008
Ba’da Isya’
Qataman Al Qur’an Bil Ghoib, oleh Hafidzah yang sudah wisuda
Peserta/penyimak Hafidzah
Tempat Ruang A2

Pembawa Acara Ustadzah Zuriyatul Farikah Spd
Do’a Qataman oleh Ustadzah Hafidzah Murniyati





Rabu, 21 Mei 2008

Gelisah seoorang hamba

Al Qur'an By Muslim Women


Gelisah seorang hamba
Oleh
Lathifatul Muthi

Mahasiswa Jurusan Matematika
Tingkat akhir
Universitas Islam Negeri
Jogjakarta




hamba
adalah santri yang ke_kanak_kanak_an
kadang hamba tidak mengerti apa arti ke_kanak_kanak_an
hamba gelisah
perang pecah
hamper tiap sa’at
dalam relung jiwa yang mulai kotor



hamba
adalah santri
penuh dengan angan
angan yang sulit terkendali
kala pikiran melemah
jika dosa mengiringi
bagai tersumbat bebatuan
menutupi saluran air



hamba
adalah satri
kadang sakit
oleh tiupan kata yang membisik hati
digandeng tatapan mata membesar


sahabatku
jika engkau tahu
hamba begitu resah
ingin duduk bersamamu
mendengarkan ceritamu yang indah
tentang kehidupan dan kematian
Ya Robb
jagalah hamba dari kemunafikan



sahabatku
marilah kita memohon kepada Dia
agar kita jauh dari kebohongan
dan jauh dari ingkar janji
tak boleh kita lelah
dan tertidur dalam pembaringan

Ya Robb
hamba lemah
bagai burung sedang sakit
tak dapat terbang jauh

Ya Robb
hamba lemah


Ya Robb
hamba bersyukur
mengenal diri hamba
sehina apapun hamba
sekotor apapun jiwa hamba
sehitam apapun pikiran hamba
sekeras apapun hati hamba


cinta dan kasih sayang
tercurah dari do’a

Allahu khoirun haafidhoo
Wahuwa arhamur rochimiin


Allah adalah dzat yang paling baik dalam penjagaanNya
Dan Dialah yang paling welas diantara yang maha welas
redaksi Airmatamursid mengucapkan sukses maju terus pantang mundur
dan semoga Allah SWR ridlo dengan langkah kita, amin